thoughts, stories, life.

oh, and.. memories.

boooorrreeedd.

I’m booooooooooooooreddd. I don’t know what to do, or what to write. I just have to post something here supaya yang sebelumnya turun kebawah. Hehe. I love my own poems when I get mellow.. But when I’m in a good mood, I just think they’re stupid.

Anyway, it’s mid test week. Wish me luck!

October 20, 2008 Posted by Disa Tannos | Blablabla | | 1 Comment

Ada Apa dengan Pramoedya?

Barusan, gue baca notenya Dexon di facebook yang banyak ngutip kata2nya Pramoedya. Abis itu gue baca notenya Khekhel yang sakit hati gara2 Pramoedya (sebenernya gue ga ngerti Khel abis kayanya ada unsur2 masa lalu y bok? hehe). Terus gue jadi inget kalo kemarin pas lagi muter2 Mal Kelapa Gading menikmati kesendirian *halah apa sih ini* gue mo beli tetraloginya yang kedua, tapi gak jadi, soalnya kalo gue beli pasti gue gak buka puasa (baca: gak punya duit). Jadi, gue cerita sama nyokap gue yang lagi duduk di sebelah gue.

Eh nyokap gue ngomong gini:
“Kata papa, ga boleh baca bukunya Pramoedya.”

Kata2 itu sebenernya lanjutan dari omongan langsung bokap gue ke gue pas gue lagi baca tetraloginya yang pertama. Waktu itu katanya, “Jangan sering2 baca bukunya Pramoedya lho, soalnya blablabla (ya lo taulah kira2 kenapa).”

Sebenernya menurut gue semua itu ga akan ngaruh ke gue karena politik adalah satu2nya dunia yang gak akan gue sentuh sama sekali. Gue emang gak suka dan gak peduli. Tapi karena bokap gue cuma ngasih nasehat doang, ya gue iya2 aja. Dan gue tetep baca karena gue suka bukunya.

Tapi kalo udah dilarang, gue gak pernah terima, apalagi kalo buat gue itu gak masuk akal. Jadi satu kalimat itu bikin gue sebel banget. Emang kalo masalah beginian gue punya pemikiran yang beda banget sama bokap gue. Bokap gue gak pernah setuju sama kalimat “gak usah mikirin pendapat orang”. Contoh kecilnya, tattoo dan rokok adalah dua hal yang terlarang banget buat gue, dan pas gue tanya alesannya, jawabannya gak ada hubungannya sama kesehatan: “ya kalo perempuan ngerokok ato pake tattoo, orang mikirnya macem2. keliatannya kaya perempuan nakal.” Sama juga kaya masalah Pramoedya2an ini, dan sekali lagi menurut gue itu gak masuk akal.

Jadi tolong deh siapapun coba jelasin ke gue sebenernya apa yang salah sih sama Pramoedya?

September 28, 2008 Posted by Disa Tannos | Blablabla | | 3 Comments

Blrgh.

Semester 5 bagai kepompong, mengubah gue menjadi kupu-kupu. Hahaha (gue suka banget deh sama lagu itu—kata-kata aslinya maksud gue. Simple, funny words with deep meaning). Kerjaan gue sekarang bener-bener abis kuliah langsung pulang, kecuali kalo ada yang harus banget gue lakuin abis itu. Bener-bener pulang keluar lewat gedung H dan gak mampir-mampir dulu ke kanlam. Gue males banget ada di kampus lama-lama, maleeees banget ketemu orang. Mungkin jenuh kali ya? Berasa aneh sih, kaya bukan gue. Yang dulu baru pulang kalo kanlam udah kosong, sekarang nyampe rumah balapan sama bedug maghrib. Pager rumah udah puas banget deh ngetawain gue.

Tapi gue sangat menikmati ke-kupukupu-an gue ini lho. Mo ngapa-ngapain jadi sempet. Nonton TV, internetan, belajar, tidur.. 24 jam jadi bener2 24 jam. Kayanya gue bakal kaya gini 1 semester deh. Huahaha. Cuma kadang-kadang gue berasa kaya gak normal. Gue beneran gak pengen ketemu siapa-siapa, bahkan gak pengen pulang bareng temen-temen gue sendiri, kecuali satu/dua orang. Kalo dipaksain bawaannya gue jadi sensi, dia ngomong apa dikit gue sebel, disindir dikit pengen nonjok. Padahal gak ada apa-apa.

That’s why untungnya things with him is getting (a little bit) better. OR I’m trying to make it better. Dianya sih gak berasa apa-apa kayanya, it’s about me, myself, and I. Nyusahin emang ya laki-laki *generalisasi haha*. Satu hal yang gue tau harus gue tanyain sekarang adalah: How he feels about her now.

Dan itu suuusahhh! Gue gak berani banget. Gak berani bangetbanget. Gue takut sama jawabannya, hahaha. Kalo kata Ko Owen sih, biar bisa lepas, walaupun sakit. NAH itu dia men! Gue itu kalo curhat sama dia doang (tapi kalo topiknya dia beda lagi, gue bisa curhat ke berjuta-juta orang hehehehehehe). Gue orangnya gak suka telfonan, jadi otomatis gue telfonan ya sedikit banyak sama dia doang. Gue juga gak gitu suka smsan, jadi.. yah lo tau lah lanjutannya. Nah lo bayangin kalo ga ada dia GUE NGAPAIN?! Gue curhat sama siapa? Untung gue sama dia gak YMan sekalian. Untung gue masih suka jalan-jalan. Tapi ya intinya, cuma sama dia doang gue bisa ngomong apapun yang gue rasain (again, we’re not talking about my feelings related to him), apapun masalah gue. Jadi inget notesnya Tika: cinta itu harus datang di waktu yang tepat. Nah, waktu yang tepat plus rasa nyaman tik, kaya lo bilang tuh jadinya, mo muka kaya duren dibedong kek, ga punya sense of fashion, gak punya masa depan.. Semua jadi indah. Hahahahaha.

Tapi kata (lagi-lagi) Ko Owen: “Emang sakit banget, tapi you can do it!”. Iya sih Ko, tau (and anyway, pleaaseeee. YOU are the one who needs those words). I guess I just have to try. Toh pada akhirnya gue emang harus lepas juga.

Huah. Pantesan gue masih jomblo. Belom pacaran aja udah ketergantungan gini gue. Ga jadian aja gengsi gue udah abis duluan. God knows. Hahahaha.

September 27, 2008 Posted by Disa Tannos | Blablabla, well.. | | 2 Comments

Tolong, gue jadi neurotik

It all started with my new term resolutions. Eh ngga juga sih, gue juga ga tau mulainya gimana, yang jelas sekarang gue jadi neurotik. Dan gue pusing sendiri karena neurotik adalah sebuah kata yang (harusnya) sangat2 bukan gue. Ya bagus sih gue jadi ga seprokras dulu, tapi dulu gue ga sestress sekarang dalam menghadapi apapun. Hehehe.

I have two presentations coming up this week. Pertama Psibel (Psikologi Belajar) di mana gue ngambil kelas ekstensi dan yang gue kenal cuma Tio, Mba Stella dan Mba Gita. Dan selama satu setengah jam kerjaan gue cuma melakukan hal2 bodoh bersama Tio. Maaf ya Mas Adih, gue dengerin kok Mas. Tapi gue ga ngerti, hehe. Ya setelah baca gue lumayan ngerti juga sih, tapi please banget itu presentasinya lusa dan sekarang kelompok gue belom ngerjain apapun.

Kedua, Psikopatologi Anak. Sebenernya yang ini bahannya seru buat dipelajarin, kalo dosennya bukan Bu Shinto. Siapakah Bu Shinto? Dia adalah malaikat maut. Gue shock banget aja pas udah berhari2 ga masuk tiba2 ketemu manusia model begini. Serem banget. Dan kelompok gue dapet giliran presentasi pertama. Men, rasanya kaya dikasih liat neraka *lebay*.

Terus bentar lagi open house BEM, dan Gandewa ikutan. Dan gue harusnya udah come up with a plan kita mau ngapain, tapi nyatanya gue belom kepikiran apapun. Oh bagaimana ini?

September 15, 2008 Posted by Disa Tannos | Blablabla | | No Comments Yet

dia-yang-entah-apa-namanya

dia, hanyalah dia-yang-entah-apa-namanya
sesuatu yang merusak komponen jiwaku
karena peluh tak lagi suarakan keluh
seperti letih yang terdiam tanpa rintih
dan karena ragaku tak mau apapun
selain tersenyum.

November 11, 2007 Posted by Disa Tannos | Blablabla | | 2 Comments

dilema

Ini adalah ketika ego membunuh rasa
Mencoba meraih,
Mencabut dia yang merasuk—
Menjadi noda dalam tetes darah,
Dan warna dalam percik mimpi

Ini adalah pertarungan akal dan khayal
Kala bertaruh,
Tentang siapa yang akan kalah—
Saat menguat dalam detak jantung,
Dan tertanam dalam denyut nadi

Ini adalah yang mereka sebut dilema
Ketika bimbang,
Kemana jiwa harus berpihak—
Menyelami semua yang tak pasti,
Atau lari dan terus lari

Ini adalah..
yang aku tak mengerti
Kapan salah satu terusir hilang
Lewat hela nafas, tetes keringat

Atau aku yang harus pergi?

November 6, 2007 Posted by Disa Tannos | Blablabla | | No Comments Yet

kehidupan di bandara

here’s another fiction I just wrote. enjoy! (:

saya suka pergi ke bandara. suka dalam arti, ketika saya bosan, saya akan memacu mobil saya ke bandara untuk duduk berjam-jam di sana. iya, bandara yang itu. bandara yang banyak pesawatnya. bandara yang sibuk dari pagi sampai pagi lagi. bandara yang selalu penuh manusia dan koper-kopernya. mungkin aneh, tapi buat saya itu menyenangkan. kadang seperti melihat adegan akhir love actually.

saya akan makan di McDonald’s. atau sekadar menikmati satu atau dua scoop Baskin Robbin’s, kemudian duduk diam di kursi tunggu. lalu saya akan menggambar. menggambar mereka yang menunggu atau menghabiskan waktu. atau saya akan menulis. menulis mereka yang berpisah atau baru berjumpa. atau saya hanya akan menonton. menonton mereka yang menangis atau tertawa bahagia. yang jelas, percaya atau tidak, saya tahu lebih banyak tentang beberapa kehidupan, daripada para pemilik kehidupan itu sendiri.

saya pernah melihat sebuah keluarga bahagia, dan sepertinya kaya. mereka mengantarkan sang ayah yang akan bertugas ke Amerika. untuk waktu yang lama sepertinya. sang ayah menjanjikan oleh-oleh untuk anak perempuannya yang masih balita, lalu menggendong dan menciumnya. kemudian ia mengecup lembut istrinya, dan pergi meninggalkan mereka. saya sampai terharu melihatnya. saya bahkan sempat menggambarnya.

beberapa bulan kemudian saya kembali. dan apa yang terjadi? saya melihat sang ayah. mungkin tugasnya dipercepat, pikir saya. tapi tidak. ia diikuti seorang wanita muda, yang kemudian dirangkul dan diciumnya mesra. mereka tertawa-tawa. kemudian pergi, masuk ke dalam sebuah taksi. lelaki keparat, maki saya dalam hati.

saya pernah melihat sepasang anak muda. si perempuan menangis karena pacarnya akan kuliah di luar negri. tapi mereka membuat janji untuk saling setia, dan si lelaki pun bersumpah akan cepat kembali. kemudian mereka berpisah, persis seperti adegan film sampai saya ikut membayangkan sebuah lagu cinta sebagai soundtracknya. dan mereka sukses masuk dalam buku harian saya.

karena itulah setelah 6 bulan, saya masih ingat wajah mereka. saya mengenali si perempuan yang datang kembali untuk berlibur ke luar kota, tapi bersama seorang pria. mereka bergandengan dan berangkulan mesra. dan saya juga masih ingat beberapa bulan kemudian, ketika si perempuan kembali datang sendirian. untuk menjemput si lelaki yang kuliah di luar negri. tentu saja si lelaki tidak tahu apa yang pernah terjadi. perempuan sialan, pikir saya kemudian.

tentu saja tidak semua cerita berakhir dengan dusta. ada juga yang tetap bahagia. seperti pasangan muda yang berbulan madu, yang setelah pulang tampak semakin bahagia. seperti keluarga yang baru kembali dari liburan, dan terlihat sangat puas berbelanja. ada juga yang banyak berubah. seperti seorang gadis lugu yang sekolah ke luar negri, dan kembali dengan tattoo, tindikan dan rok mini. seperti lelaki kutu buku yang juga sekolah ke luar negri, dan menjelma menjadi lelaki tampan dengan nilai delapan.

tapi saya tetap tak bisa mengubur rasa penasaran. apa yang terjadi pada keluarga si lelaki keparat itu kemudian? apakah istrinya pernah tahu apa yang telah ia lakukan? apakah sampai sekarang mereka masih bahagia, atau pura-pura bahagia? apa yang terjadi pada hubungan perempuan sialan dan si lelaki setelah ia kembali? apakah mereka tetap berpacaran? apakah si perempuan tetap setia, atau masih menduakan dia? apakah pasangan muda yang berbulan madu akan bertahan selamanya?

kadang saya merasa bersalah karena saya tahu lebih banyak. tapi saya tidak bisa melakukan apa-apa, bukan? karena itu bukan hidup saya. itu hidup mereka. saya sering berpikir, kita seperti aktor sinetron yang tak diberi tahu jalan ceritanya oleh sang sutradara. kita hanya memainkan peranan kita, tanpa tahu kapan berakhir dan bagaimana akhirnya. jika sedang baik hati, saya suka mendoakan mereka. meminta agar semua cerita diberi akhir yang bahagia.

sampai sekarang saya masih suka pergi ke bandara. menggambar, menulis, atau menonton saja. saya juga suka mengira-ngira. siapa tahu ada cerita yang lebih menarik lagi. siapa tahu saya bisa mendapatkan akhir dari cerita yang sudah ada. siapa tahu tokoh-tokoh yang saya kenali muncul kembali, dengan cerita baru untuk saya nikmati. siapa tahu.

June 16, 2007 Posted by Disa Tannos | Blablabla | | 1 Comment

senang sekali.

si disa sedang senang. hahaha. beberapa hari ini spertinya gw smakin sadar bahwa Tuhan memang baik. hihi *makanya solat diis, solaaat!*

pemilu udah lewat, dan akhirnya hari Jumat kmaren ketua BEM psiko kepilih dengan selisih cuma 6 suara sajaa: VIGARA. sumpah gw seneng banget! hyaa. congrats y pak! congrats juga buat tim marvelous. you guys have done a marvelous job (X agak nyesel juga sih, coba waktu itu gw mau ikut pas ditawarin alitta. kayanya asik bgt yaa kerja kaya gituu. huhu.

dan ga cuma itu.. masih ada penyebab2 lain kesenangan gw yang beberapa ga bisa dijelasin. mulai dari munculnya si mr.oke yang menyihir gw dan beberapa orang lainnya *halah.. lebay!* (hihi ayo kita bikin AFC !) sampe hal2 yang simpel kaya keberadaan tmen2 gw yang oke bgt di sekitar gw.
gw bersyukur bgt krn gw termasuk salah satu dari sedikit tmen2 SMA gw yang bisa mnikmati bgt masa2 kuliah.. walopun sempet ada jenuh2nya juga *buset dh lo.. baru semester 2 udah sok2 jenuh, gimana ntar?!*, tapi gw sadar bgt kalo gw punya temen2 yang hebat bgt dan sayang bgt sama gw *cuih.. PD gila lo dis!*. sama mereka gw bisa jadi diri sendiri, dan itu bikin gw ngerasa betah dan nyaman bgt disini (:

ohiyaa. gw mw cerita.
kemaren ini ade gw yang paling kecil, si nadine, yang baru kelas 1 smp dan sudah berpacar itu *woo sirik aja lo dis* berantem sama kakak kelasnya. gila ya, smp bgt. hahaha.
sebenernya sih gw justru bangga sm dia. gw kagum aja karna dia berani stand up for her right. (wih. kaya ringtone smsnya si bul2 tuh. ) soalnya emang kakak kelasnya yang sotoy aja sih, biasalah berasa senior..
jadi semuanya berawal dari sebuah kata ’solmet’ yang ditulis ade gw di fsnya. nah, kakak kelasnya yang kebetulan punya geng bernama ’solmeidz’, berasa diikutin. nah dilabraklah ade gw. dan ternyata dia ga terima, dibaleslah si kakak kelasnya itu. dan itu masih berlanjut sampe sekarang di comment friendster.. hahaha. anehnya, yang heboh malah kakak kelasnya yang sebenernya bukan termasuk geng itu. norak ya?
tapi seberani2nya ade gw, tetep aja dia minta tolong sama gw! dasar. jadi akhirnya gw kirimin comment juga tuh ke si kakak kelas, sok2 menasehati najis2 gitu. huahaha. eh terus dibalesnya songong gila. ya udah lah yaa. ckck. dasar anak smp jaman sekarang. *sok tua lo diis!*

ya udah ah. perasaan tadi gw cabut gara2 mw ngerjain tugas. hehe.

May 14, 2007 Posted by Disa Tannos | Blablabla | | No Comments Yet

hei mr. oke!

dia berlalu
dengan seulas senyum
tinggalkan aku disini,
terpana.

karna semua yang ia punya
buatnya semakin sempurna
hingga sepasang mataku
terus berkelana
sampai bisa menangkapnya,
dan hatiku perlahan memaksa
untuk mengakui
bahwa aku menginginkannya.

meski ini
sama sekali bukan cinta;
hanya sekadar kekaguman
yang bersama waktu
mulai tumbuh dan mengakar
semakin kuat..

May 13, 2007 Posted by Disa Tannos | Blablabla | | No Comments Yet

everybody’s changing.

seperti biasa, gw ga pernah suka hari minggu. segaknya beberapa minggu terakhir. bukan karna hari minggu itu membosankan, dan bukan juga karna gw ga suka di rumah.
justru sebaliknya. hari minggu berarti besok gw udah harus balik lagi ke kosan, balik lagi ke kampus, dan kembali stres mikirin danus. hahaha. seandainya duit bisa jatoh dari langit.

besides, gw emang lagi jenuh banget. yup. masih jenuh. entah knapa kali ini jenuhnya ga ilang2. hehehe. lagi males aja mikirin kuliah.. well, mungkin karna ada beberapa ‘unfinished business’ kali yaa. *brasa hantu ga sih gw punya unfinished business?*
that’s why I seem to lose my funny side in my writings. hh.

kamis kemaren oom tjupri, bokapnya dita, meninggal. he’d been sick for a few weeks. dan kemaren siang gw ngelayat sama si mamah, bareng tante annie, tante siska, sama buyung (hmm, sebaiknya gw jelasin dulu. jadi gw, dita, sama buyung, we were in an interchange programme with sweden from CISV, in july 2003, with 9 other kids. it was the best experience. so are the memories. that’s why we (and also our families) are very close to each other). whoa. gw ga inget kapan terakhir kita pergi bareng2 kaya gitu. bahkan gw ga inget kapan terakhir gw ketemu buyung yang jelas2 tetangga gw. hehehe.
and yesterday was kinda shocking. gw sama buyung sempet ngobrol2 lumayan banyak soalnya sebelom ke rumah duka kita makan dulu di pepper lunch PS (fyi, everything there tastes GOOD), and then I started to realize that he has actually changed quite a lot. he’s grown up! wow. haha. dia yang dulu agak bikin gw ilfil karna kesotoyannya, sekarang somehow is pretty fun to talk to, bahkan buat hal2 yang serius.
dan ga cuma buyung, dita juga udah beda (atau mungkin karna lagi sedih?). I had been preparing myself for her words, yang kadang –even always– nyelekit, sampe sempet bikin gw malees bgt ketemu. tapi ternyata kemaren ga sama sekali! we had a pretty good time, walopun agak sedih dan agak krik2. hehe.
and by the time I hugged her and went home, I realized that I missed her so much. I missed her, the others, and all the times we had together.

it’s crazy how fast time flies. sometimes we don’t even realize how much things have changed.

anyway, gw baru nonton in her shoes. lucu juga filmnya.. mengharukan. hehe. gw sempet berkaca2 gitu nontonnya. this is something that keeps making me wonder. I never cried while watching a movie. not until several months ago. weird, huh? see, everybody’s changing.

and this is my favourite part:

I carry your heart with me.
I carry it in my heart.
I am never without it.
Anywhere I go, you go, my dear.
And whatever is done by only me, is your doing, my darling.
I fear no fate,
for you are my fate, my sweet.
I want no world.
For beautiful, you are my world… my true.
Here is the deepest secret no one knows.
Here is the root of the root
And the bud of the bud.
And the sky of the sky of a tree called life
Which grows higher than the soul can hope
Or mine can hide.
It’s the wonder that’s keeping the stars apart.
I carry your heart.
I carry it in my heart.

-EE Cunnings-

May 6, 2007 Posted by Disa Tannos | Blablabla | | No Comments Yet