move on.
selamat tinggal sayang
karna pagi sudah datang.
dengan ketukan lembut di jiwaku
dan bisikan hangat di hatiku
ya, waktunya untuk pergi
mencari, dan menata kembali
serpihan waktu yang telah usang
karna lama terbuang
hanya untuk kamu,
sebentuk impian semu
yang harus kutinggalkan
dan akan segera kulupakan..
bittersweet
seperti luka yang membawa bahagia
hingga aku bisa nikmati sakitnya
dan senandungkan tiap nada
yang dicipta oleh tetes airmata
membentuk senyum dalam hatiku
di tengah sayat yang tergores di situ
sayat yang bagiku bagai candu
karna ku tetap inginkan itu
membuat jiwaku tak ingin pergi
dan anganku selalu kembali lagi
meski hanya pahit yang ada di sini
karna tempatnya tak akan bisa kumiliki.
ya,
itulah
kamu.
khayal.
mainkanlah melodi indahmu, cinta,
dan biarkan ku berdansa
di taman imajinasiku
tempat aku dan kamu bisa menyatu
dentingkanlah irama itu, sayang,
biar nanti kunyanyikan
dalam istana mimpiku
di mana kita tak perlu kenal waktu
alunkanlah nada lembutmu, kasih,
kudengarkan tanpa letih
di tepi danau khayalku
hanya kita, dan tak ada yang mengganggu
karena di situ,
dan cuma dalam anganku
kau bisa jadi milikku..
kisah mentari dan sang bumi
dialah mentari,
yang terlalu jauh dari bumi.
ya, mereka memang jarang bicara,
padahal bumi begitu mengaguminya.
dialah mentari,
yang tak tahu dirinya punya berjuta cahaya,
tak tahu bumi selalu merindunya—
ketika sinarnya hilang tersaput sang awan.
dialah mentari,
yang kadang menyengat menyakitkan.
tapi ia tak tahu,
dan ia memang tak peduli.
ya.. untuk apa?
dialah mentari,
yang begitu terang—
hingga jika ia mendekat,
bumi tak bisa berkutik lagi.
maka asalkan ia terlihat,
bumi tetap bisa menikmati.
ya,
dialah mentari.
dan aku adalah bumi.
-
Archives
- November 2008 (2)
- October 2008 (3)
- September 2008 (5)
- August 2008 (1)
- July 2008 (8)
- June 2008 (1)
- May 2008 (2)
- April 2008 (2)
- March 2008 (2)
- February 2008 (1)
- November 2007 (2)
- July 2007 (1)
-
Categories
-
RSS
Entries RSS
Comments RSS
