it’s all about you, silly.
We were on the phone, in the middle of the night. As always. Dan gak tau darimana asalnya, tiba-tiba kita ngomongin nangis. Dia gak tau aja I’ve been wasting enough tears for him. Plus, gue orangnya gak bisa boong. At all, kadang-kadang. Kaya semalem.
Him: Lo sering nangis Dis?
Me: Kapan nih?
Him: Belakangan ini..
Me: Yang sampe sesenggukan sih ngga..
Him: Brarti kalo ga sampe sesenggukan iya?
Me: Hmmm *mampus gue*, lumayaan. Tapi ga sering2 amat.
Him: Hah kenapa?
Me: Umm.. Ada deeeh hahaha *dalem hati: gara2 lo begoooooo*
Him: Yaaa sama gue doang..
Me: Hehe.. (antara ga enak sama “mampus lo penasaran hahaha”)
beberapa saat kemudian setelah ngomongin beberapa hal lagi tentang nangis..
Him: Oo.. terus lo pernah nangis di depan siapa emang?
Me: Trakhir sih.. si itu (nyebut nama temennya). Hahahahaha. *anjrit sumpah gue kok goblok bgt yaaa?!*
Him: Hah lo ngapain nangis depan dia? Huahaha..
Me: Ada deeeehh tanya aja sendiri *dlm hati: jangan nanya, jangan nanyaaa* (sekali lagi, antara ga enak sama “mampus lo penasaran hahaha”)
Perasaan bokap nyokap gue pinter.
Dan katanya buah jatuh tak jauh dari pohonnya.
-
Archives
- November 2008 (2)
- October 2008 (3)
- September 2008 (5)
- August 2008 (1)
- July 2008 (8)
- June 2008 (1)
- May 2008 (2)
- April 2008 (2)
- March 2008 (2)
- February 2008 (1)
- November 2007 (2)
- July 2007 (1)
-
Categories
-
RSS
Entries RSS
Comments RSS
