dia-yang-entah-apa-namanya
dia, hanyalah dia-yang-entah-apa-namanya
sesuatu yang merusak komponen jiwaku
karena peluh tak lagi suarakan keluh
seperti letih yang terdiam tanpa rintih
dan karena ragaku tak mau apapun
selain tersenyum.
dilema
Ini adalah ketika ego membunuh rasa
Mencoba meraih,
Mencabut dia yang merasuk—
Menjadi noda dalam tetes darah,
Dan warna dalam percik mimpi
Ini adalah pertarungan akal dan khayal
Kala bertaruh,
Tentang siapa yang akan kalah—
Saat menguat dalam detak jantung,
Dan tertanam dalam denyut nadi
Ini adalah yang mereka sebut dilema
Ketika bimbang,
Kemana jiwa harus berpihak—
Menyelami semua yang tak pasti,
Atau lari dan terus lari
Ini adalah..
yang aku tak mengerti
Kapan salah satu terusir hilang
Lewat hela nafas, tetes keringat
Atau aku yang harus pergi?
-
Archives
- November 2008 (2)
- October 2008 (3)
- September 2008 (5)
- August 2008 (1)
- July 2008 (8)
- June 2008 (1)
- May 2008 (2)
- April 2008 (2)
- March 2008 (2)
- February 2008 (1)
- November 2007 (2)
- July 2007 (1)
-
Categories
-
RSS
Entries RSS
Comments RSS
